Kamis, 01 April 2010

ibu

ibu ...lepaslah lelah itu, kau terbaring di tikar dengan bantal tipis di bawah kepalamu, aku hanya anak yang kau lahirkan dari rahimmu, tapi sungguh mungkin kau tak kan pernah siap benar benar menutup mata, khawatirkah dirimu pada pagi yang akan kulihat, ataukah petang yang akan kau tutup,kulihat kerasnya tapak kakimu ...bekas sol sepatu berhak tinggi itu, kenapa sampai begitu keras, lama rupanya sudah berbekas,akankah hilang, dengan apa caranya kuhilangkan bekas itu...kukira wajahmu yang tegas berdandan pemerah bibir dan berputih bedak itu buatmu tampak senang...baju berkerah seperti pinguin hitam kilat antartika,dan gelang yang bergelayut riang menggoda....
aku salah...
aku takut tapak kakimu yang keras itu juga menutup pintu surga itu begitu keras...

Kamis, 18 Februari 2010

aku sadar imanku blum stabil...

iman yang kala menanjak bergegas ke atas mengerling ke sekitar, melihat dengan tatapan bercurah hujan air mata dan bibir bergetar, tak bisa menahan terjalnya bukit berhias padang tandus tiada sesiapa terdengar, sepi karena perlahan lahan hawa panas yang mengancam pada pagar pagar berduri berhias mawar,kau lihat ilusi k...au dengar perkusi dari bambu bambu kaku oleh si penabu pelontar suara gentar kau berbicara sendiri pada hati yang sekarat tertimpa beban berat kisah manusia mendengar cerita tentang akhirat ketika kiamat mendekat , berlomba lomba menimba amal menjelma seketika menjadi peramal mendalami ilmu kebal penomena alam dalam kegusaran yang amat sangat,siapakah yang menyentuh tanah surga ketika tangan lemah terkulai kotor terborgol ....siapakah manusia terakhir di bumi, kemanakah manusia akhir pergi...

Rabu, 10 Februari 2010

Membuang idealisme

Membuang idealisme “ yang merugikan” ? sudah kulakukan…

Kalian punya sebuah idealisme? Apakah idealisme itu membuat kalian maju? atau malah membuat kalian bertambah keras kepala?

Membuang idealisme yang merugikan diriku sudah kulakukan secara bertahap…ketika aku anggap bahwa aku harus mendapatkan nilai atas usaha aku sendiri dan aku berusaha untuk tidak meminta pertolongan orang lain, hasilnya adalah kekecewaan, sedikit kepuasan yang rasanya dipaksakan, dan nilai yang buruk. Ketika idealisme itu buruk adalah ketika kepribadian yang sama sekali tidak mendukung dan bertolak belakang dengan idealisme kita.
Di sini yang saya katakaan kepribadian adalah kebiasaan hidup dan mental.
Sedangkan yang saya katakan sebagai idealisme adalah keteguhan memegang prinsip.
Terlalu sombong rasanya bila memaksakan kemampuan di luar batas, mungkin saat pertama kali ketidakcocokan idealisme itu terungkap maka saya akan melakukan pembelaan dan pengajuan sikap sabar, berharap idealisme itu akan berhasil seiring waktu dan perkembangan pribadi, tapi memang merubah kepribadian itu sangat susah tanpa di dukung motivasi dari dalam, ketika motivasi di dalam mantab-ternyata gagal melawan halangan dari luar diri…
Jika terus dipaksakan maka akan merugikan bagi diri sendiri.
Dulu saya memilih untuk tidak ”bekerja sama ” saat ujian, dari dulu, tapi semenjak perasaan iri muncul melihat nilai teman yang bagus padahal belajarnya biasa biasa saja malah santai, godaan dan tekanan membuat saya berubah haluan, dari haluan ”pandangan ke kertas ujian” sekarang menjadi haluan ”kiri-kanan-depan dan belakang”.
Saya sangat menyesal karena kesalahannya terletak bukan karena tidak ”bekerja sama” melainkan tidak ada persiapan, hanya sistem kebut semalam,
Namun hal lainnya adalah saat penentuan judul proposal skripsi....ketika mendapat sebuah judul yang saya pikir ”transetter”, dan saya sangat bersemangat prospek lanjutnya, saran ibu saya yang lebih berpengalaman menyarankan bahwa skripsi hanyalah syarat dan luluskan saja, pelajari benar benar, namun bila saya telah lulus dan berhasil dengan nilai yang memuaskan maka barulah lanjutkan idealisme itu.....idealisme akan ”kemampuan benar benar pribadi dari diri sendiri”....

Satu yang aku takut adalah masalah berhutang budi....maka aku memilih untuk mengerjakan segalanya dengan kemampuan diri sendiri..nyatanya, jauh dari daya....sekarang idealisme mana lagi yang mau dibuang?

Kita ini bukan siapa siapa....jika bodoh akuilah...dan cari cara mengatasi kebodohanmu...jika bodoh jangan takut dibilang bodoh...apakah salah bertanya kepada orang lain yang lebih tahu sedikit darimu ?....apakah rugi bertanya kepada orang lain yang tidak minta apa apa darimu?...tidak bisa membalas? Kalau begitu mintalah pada yang tidak minta imbalan...malu...apakah Cuma kamu aja yang melakukan seperti itu ?...apakah itu memang tujuanmu dari awal?bukankah itu karena keterpaksaanmu yang buat mu harus memilih? Idealis dengan hasilnya nilai yang jelek, ataukah membuang sedikit keras kepala dan ego dengan rasa lega dan penyadaran akan kesalahan agar tidak mengulanginya di masa depan...sadar punya kekurangan lebih baik kan? Daripada tidak...

Ini buat yang punya idealis tapi tak bisa menyesuaiikan dengan kepribadiannya sendiri....

Ini buat yang sudah terlanjur lama ”keras kepala”, akhirnya darah di otak beku dan akibatnya tidak bisa berpikir jernih .

Keras kepala>otak beku>pikiran sumpet>stroke>matek muda...

Yang betul tu idealis dan realistis....kemudian instropeksi dan terakhir rekonstruksi…yang rutin tu…maintenance….sip!

Selasa, 26 Januari 2010

Jangan Palingkan Wajahmu

Kau tidak bisa melihat wajahmu sendiri dengan mata kepalamu sendiri…kau hanya bisa melihat wajahmu pada cermin yang ada di depan wajahmu, pada genangan air di tanah dan jalanan, dan di permukaan sungai yang mengalir…

Ketika kau melihat di cermin, maka cermin seakan akan berkata dan hatimu mendengarnya ...cermin mana yang kau pilih ? cermin dengan permukaan yang datar, cembung,cekung, atau cermin retak, cermin dengan tiga sisi, setiap cermin akan mengatakan sesuai penglihatannya…mereka tidak pernah bohong…berkata sesuai penglihatannya….ketika orang orang berkata bahwa kau salah, kau begini,kau begitu, mungkin mereka benar adanya, maka lihatlah kembali segi pandang mereka…

Ketika kau melihat wajahmu di genangan air di tanah maka mereka akan mengingatkanmu akan keruhnya, hanya bayangan samar samar yang mereka tampakkan, mengingatkan kita akan makna sejati di balik diri, bahwa kau diciptakan dari tanah, bahwa kau akan kembali ke asalnya dan jangan bersombong diri, sebagus apapun rupa wajahmu ia tetap mengingatkan akan keruhnya….

Ketika kau melihat wajahmu di permukaan sungai yang mengalir maka kau ingat, bayanganmu tidak akan pernah pergi meninggalkanmu bersama dengan lajunya air sungai yang terus mengalir dan berpindah…bagaimanapun rupanya hanya ia yang setia di dekatmu…jika kau benci dengan rupamu maka ia tetap akan di sisimu hanya untuk menyadarkanmu akan kesabaran dan terima kenyataan,

Jadi jangan palingkan wajahmu dari orang lain ketika kau punya perasaan tidak suka. Baik kau maupun dia butuh seseorang untuk saling menyadarkan, untuk saling mengingatkan, mudah mudahan kita bisa jadi orang yang lebih baik dari sebelumnya…..kau akan temukan orang yang sedikit mirip denganmu meskipun benar benar berbeda, mereka punya masalah yang sama denganmu, maka bantulah….

Kalo kita melihat (bercermin) wajah di kuah mi ayam ?,,,,ckckck

Senin, 25 Januari 2010

Wi-fi gratisan

Wi-fi dah jadi aktifitas rutin bagi akuh. Kalo ga wi-fian keanya ga enak, keanya ketinggalan banyak berita. Kalo wi-fian tuh ngapain sih enaknya, bagi akuh kalo wi-fian wajib buka facebook pertama kali, ngecek notification ama chat....hmm syukur syukur dapet balesan, kalo nggak yah, palingan periksa wall...hah...cek grup puisi juga mesti nih...baik grup buatan sendiri maupun grup yang lain...yah, aku kebetulan tertarik ama puisi puisi...jadi kalo ga da new notification yah yang paling aku suka ya ngebrowse artikel artikel tentang puisi....cukup buat aku sibuk sih, baca sana baca sini Cuma buat nyari bahan ngeblog...hmmm...dari situ cek blog...haha..folowwers Cuma 1 ...tapi gak masalah, kalo ga da yang baca blog akuh buat aku sendiri ajah...

Pilih Tempat wi-fi itu harus pande pande loh, karena ga semua tempat itu conectionnya bagus, paling kalo nasib ga bruntung ampe di repair berapa kali pun tetap aja no conection ...haha...tapi kalo ga conect di satu tempat tinggal pindah aja...tempat wi-fi di usu itu yang paling umum yah kalo gak perpustakaan pasti puskom...di perpus bisa milih di dalam atau di luar, di dalam kelebihannya ada chargernya ...trus bisa ambil bahan bacaan sambil ngebrowse juga...kalau di luar bisa ngebrowse sambil makan..kayak di kantin bawah...paling enak makan risol sama donat...haha...bisa ngecharge juga sih...kalau di bawah mau pake sendal dan kaus juga bisa, tapi kalau di dalam mesti pake sepatu dan kemeja, titip tas...yah sesuain ajah lah dengan keperluan sendiri...

Di puskom ada layanan ”1 jam gratis kuota”...isi nomer absen, udah tinggal nunggu dipanggil namanya, itu kalau rame ya, kalau kayak musimnya libur libur asin, bebas ampe sore kalo sanggup, aku sendiri pernah ngenet dari jam 11 ampe jam 5 sore..wuih, dah puas kali lah...kalo bawa laptop ada kabel flexinya tapi sekarang dah diputusin...yah, pengaruh conection juga ni.

Dibelakang puskom kalo mau wifian juga bisa...ada kantinnya juga, Cuma mayoritas penduduknya sih anak ilmu komputer...palingan main warcraft (dota)...facebook lah umumnya...tapi low banged conectnya akhir akhir ini..ada colokannya juga...

Kawan wi-fi aku yang paling sering tuh si inur...kalo lagi rajin si azeb...
Emang males sih mesti bawa laptop tiap hari...hah, polusi magnetik, tapi seringan main sendiri ...sebabnya ya itu tadi, tapi kalo soal penggunanya

Jangan tanya deh, berebut koneksi....makanya aku selalu datang pagi pagi..pagi buta malah...temen temen aku palingan kalo pagi gitu Cuma ibu kantin, pak satpam, trus tukang sapu.

Pas wi-fi bisa duduk sama orang baru yang ga kita kenal, palingan berisik doang, akunya si ga masalah, malah rame...yah, kalo ada yang nanya nanya ya kita jawab, kalo bisa bercanda yah dikit dikitlah biar ga terlalu, ntar kalo ada temen lewat kita sapa, haha...enakkan! yah, Cuma kalo lagi ga mood , mendingan ga usah wi-fian sih...mendingan tidur di rumah....


Cari cari suasana wi-fi baru ...aku pergi nyoba ke tempat yang ada tanda ”wi-fi”nya...sejauh ini pernah nyoba ke kfc dekat gramedia gajah mada , tapi ga konek, trus nyoba ke perpus umum dekat mesjid aceh sepakat, dulu sih kucoba ga konek, eh, sekarang bisa!...siplah...cocok...abis jum’atan berselancar wi-fi di sono..bisa sambil baca buku juga....dari mulai dua orang yang wi-fian di sono nih termasuk akuh..minggu berikutnya makin rame...

Hmmm...pernah mo nyoba wifi-an di sunplaza sich , tapi lama banged bukanya..(ni pas libur)..keburu jum’at baru buka dia..ah, bagusan ke mesjid ajah...ga jadilah..ga enak juga sih..wi-fian disitu ga bebas...bisnya gratisan di tempat yang konsumtif gitu...yah, kebayang maksanya....masa mesti beli makanan dulu...gak ah,pernah nyoba wi-fian di lapangan futsal ”village”, tapi ga konek juga....mungkin ga cocok ...

Tapi aku excited banged ni ama pak tifatul...tentang rencana ”wi-fi environment for all institution” nya...sd, smp,sma....waw...
Cuma yah , menurut pendapat tetangga...kayanya mubazir banged kalo mesti bikin kebijakan kek gitu di saat krisis gini..kebayang brapa anggaran yg mesti dibayar negara ntar....

Wi-fi tuh Cuma sarana buat aku cari kegiatan positif...dulu aku wi-fian buat main farmville, tapi lama lama bosen juga, sementara ga da yang berubah dari aku selain nambah rasa capek dan sakit punggung....sekarang dah bedalah....fb Cuma sarana ngobrol waktu libur ato ga ketemuan...ngisi status juga palingan ga sering sering banged...paling 3 x sehari..wkwkwk....dan status akuh juga nggak itu itu mulu....bosen kan kalo liat itu itu trus...
So wi-fianlah sbelum wi-fi itu dilarang..hehehehe...

Minggu, 24 Januari 2010

Selo di boncengan

Wih, ga nyangka setelah diingat ingat ternyata aku ni telah menumpangi berpuluh puluh kendaraan temen. Dari mulai sma ampe kuliah sekarang kalo dikira kira mungkin semua temen keretanya dah pada pernah ngerasain didudukin bemper akuh ckckck…

Waktu sma dulu pernah dibonceng ama kawan satu organisasi yang sama, yang aku ingat sih namanya si fikri keretanya kereta gede (king keanya), trus si rully (Honda mungkin ), anggi (nah, yang kuingat bk kretanya ampir copot tuh ), trus adit (ampe keluar air mata awak dibuat dia saking cepet bawa kretanya), yudha (nih juga keanya kreta gede, mungkin ninja), trus eko bayu (kurang inget, apa perasaan ajah mungkin…),jaka(keanya dia ni boncengan pertama pas sma…soalnya searah- rumah kami berdua)…

Haha…waktu sma aku masih blum bisa naik kreta, kreta juga ga punya, mo nyoba takut jatuh, ntar kalo pinjem malah nabrak, gawat kan, “bisa ganti ga bisa beli” ntar,

Dengan boncengan itu pula aku dibawa ke tempat yang aku belum pernah datangi sebelumnya…misalnya ke al adzhar, ke rumah si sally (temen satu organisasi juga),pergi malem malem jam 11-an pulang jam 1-an cerita cerita di rumah temen (namanya indi), oh ya satu lagi pernah juga tartig(adit, aku sama ferdi), tujuannya Cuma mo nyari jajanan bakso, bosan soalnya pas jadi panitia pesantren ramadhan, gad a kerjaan, yah nyelinap keluar deng..wkwkwk….

Pas kuliah apalagi ni, satu jurusan ni keanya dah kedapetan giliran boncengin akuh. Yah, dari mulai semester satu ampe semester 6 ini. Dari mulai gara garanya ketemu di jalan pas mo pergi ke fakultas ampe mo pulang ke rumah. Kong kow kong kow di warung netral buat makan siang, wi-fi-an gratis dan ngepuskom, shalat jum’at,belanja ke pasar glugur, ampe yang paling jauh rekreasi ke kebun binatang medan oh ya plus binjai...wkwkwk...memang enak deh....ga tau perasaan yang boncengin akuh(keberatan mungkin yah..haha)...

Emang enak yah yang gratisan, kalo naik sudako mah bayar 3000 bisa buat beli es jagung ato makan bakwan...haha...

Daftar nama temen temen yang pernah gue tebengin
1. iman
2. john
3. dedi jo
4. iam
5. mpeb
6. fadil
7. izwar
8. joi
9. haris
10. azeb
11. dian
12. widi
13. nyoman
14. ferry
15. asrita
16. inur

bahkan diboncengin cewe juga pernah, tuh asrita, tartig lagi sama si enni..haghag...ada ada saja...

yup...rekor keanya ya...
tapi dengan dibonceng itu juga sebenarnya bisa bikin kita deket sama temen loh...bicara tentang apa apa di sepanjang jalan, meskipun ga jelas tapi bisa bikin kita ketawa ga berhenti, hmmm...nice kan...udah gratis...have fun lagi..nikmat lah...ada juga kan hikmahnya ga punya kereta...banyak hal yang ga pernah kita duga bakal terjadi dalam hidup kita. Ketika kita sedih karna memikirkan kekurangan kita yang tak pernah henti hentinya membuat kita murung, ada saja hal hal lain yang buat kita bisa tertawa dan surprise...just be patient....always optimist but not just imaginary dreaming sit times.

Jadi moto hidup akuh : selo di boncengan...hahai

Jumat, 22 Januari 2010

moment berpuisi di depan massa

Banyak moment saat puisi bisa exist tampil dan didengar oleh orang...
Di jepang ada namanya parade puisi...Setiap moment itu rakyat mempersembahkan puisinya untuk dibacakan didepan banyak orang...Kaisar juga bisa mendengar puisi rakyatnya yang isinya adalah sebenarnya bentuk aspirasi rakyat kepada pemerintahan...wih...enak banged...ga perlu demo yang cendrung berkonotasi negatif...sambil menyampaikan kritik sambil berkesenian...wih...(ada juga si demo yang pake baca puisi...)

Ada juga yang berpuisi saat upacara pemakaman...salah satu tokoh di yunani kuno pada saat pemakamannya, seorang temannya yang juga penyair membacakan puisi untuk mengenang dan menyampaikan salam perpisahannya...
wih...moment moment yang kayak gini jarang banged...
mesti ke jepang pas perayaan parade puisi, mesti nunggu penyair ternama wafat...wkwkwkwk...

Yah, di indonesia moment kayak gini sih ada waktunya...waktu sd pas belajar bahasa indonesia temanya sekitar keluarga dan masa kanak kanak...hihihi...waktu acara upacara 17-an temanya perjuangan...waktu
perayaan hari besar temanya ketuhanan...

Lah...saia berpuisi di depan massa tu yang paling tragis adalah saat inagurasi...wkwkwk...karena tanpa memakai busana ...hahahah..(inagurasi pake celana doang...busana...busana apaan..manalagi tempatnya dingin dingin lagi....)..

Lah...pernah baca puisi di depan banyak orang? atau puisi itu bagi kamu cuma untuk dirimu saja (dengan kalimat "biar saya dan tuhan yang tahu")
hihi...